Serba-serbi Togel: Jenis, Pasaran, dan Maksimalkan Hadiah

“Tak mungkin menang besar kalau tak berani taruh besar!”

Ini mungkin adalah quote yang bisa diterapkan ke segala lini kehidupan. Semuanya mengandung risiko, dan keberanian mengambil risiko besar, berbanding lurus dengan hasil yang di dapat. Dan dalam konteks perjudian, ungkapan ini selalu ada benarnya.

Termasuk dalam judi togel.

Mungkin sekarang, togel adalah perkara ilegal. Dianggap melawan hukum dan berdampak negatif, Tapi pernah ada suatu masa saat saya kecil, keluarga saya menganggap togel seperti hal biasa saja. Seperti arisan yang dikocok dan nantinya beroleh pemenang.

Togel jenis ini sebenarnya pernah legal di zaman Belanda, ilegal di zaman Bung Karno, dan berubah jadi hal yang dianggap biasa di era Soeharto. Sekarang, mari kita ke Surabaya di tahun 1968.

Dilansir Boombastis, Pemerintah Daerah Surabaya pernah menjual Lotto. Kepanjangannya, Lotre Totalisator. Tujuannya bijak: dipakai untuk menghimpun dana Pekan Olahraga Nasional (PON). Selain itu ada pula KSOB (Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah) dan Nalo (Nasional Lotre).

Pemerintah pusat juga mengadakan program Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB). Caranya, masyarakat membeli kupon yang kemudian diundi dengan iming-iming hadiah besar. Ini meniru cara Inggris dan Singapura yang berhasil melakukannya.

Tapi di Indoesia, dana SDSB justru digelapkan. Masih dilansir Boombastis, dana sudah terkumpul hingga 221 miliar rupiah, tapi kemudian dikorupsi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun pada akhirnya menyatakan lotre haram.

Bagaimana di zaman sekarang?

Dengan pesatnya era digital, togel—yang masih ilegal sampai sekarang—toh tetap punya basis pelaku. Mereka cenderung memakai bandar-bandar luar negeri, seperti Singapura, Hongkong, Sydney, negara yang masih melegalkan hal ini.

Istilahnya: pasang nomor. Gampangannya: para penjudi hanya perlu menebak 4 digit angka yang keluar. Satu digit, dua digit, sampai empat digit yang ditebak, tentu beda perolehan hadiahnya. Tapi sebelumnya, harus ada taruhannya.

Judi togel yang paling popular di dunia adalah Togel Sydney, Singapura, Hongkong dan masih banyak yang lainnya.

Hanya dengan bermodalkan Uang dalam rekening tabungan untuk menentukan taruhan angka yang ingin di pasangkan dan Akses internet melalui handphone, para penjudi bisa meraup keuntungan yang jauh lebih tinggi. Perkara legal-ilegal, itu urusanmu. Yang perlu dibaca adalah peluang dari tiap-tiap jenis togel. Karena itu, membaca pasaran masing-masing jenis togel amatlah penting.

Sebenarnya, Togel Sydney, Singapura, dan Hongkong selalu mengeluarkan empat digit nomor saja. jumlah angka togel sebenarnya adalah delapan digit. Namun para master di Indonesia membuat rumusnya jadi empat digit nomor saja. Sebutannya AS, KOP, kepala, dan ekor.

Meskipun punya banyak jenis permainan, seperti 4D, 3D, 2D, Colok Bebas, Colok Naga, Colok Bebas 2D, Tengah Tepi, Kembang Kempis, sampai  Silang Homo, inti permaiannya tetap sama. Hanya ketentuan dan peraturan yang berbeda begitu juga dengan besaran diskon dan hadiah yang didapatkan berbeda untuk masing masing permainan

Sementara itu, perbedaan Togel Sydney, Singapura, dan Hongkong juga cukup signifikan. Harus diperhatikan kalau ingin memaksimalkan hadiah.

Salah satunya adalah jam bukaan hasil undian togel serta jam tutup pasaran. Setiap pasaran punya jam bukaan dan penutupan yang berbeda. untuk ketentuan penutupan jam pasaran tiap tiap bandar punya kebijakan jam tutup pasaran yang berbeda. untuk Togel Sydney biasanya buka pada jam 13.50 WIB, Singapura 17.40 WIB, dan Hongkong 23.00 WIB.

Semuanya buka setiap hari, kecuali Singapura yang hanya lima hari: Senin, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu.

Pembahasan ini bukan untuk mengajari kalian judi. Hanya sedikit referensi atau pengetahuan semata. Segala keputusan kalian adalah risiko yang harus ditanggung sendiri, dengan Tuhan ataupun hukum yang berlaku.

Resiko ada di tangan masing masing bijaklah dalam berjudi.

salam JP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *